TANGERANG – Investasi di Kota Tangerang menunjukkan geliat positif pada awal 2026. Pemerintah Kota Tangerang mencatat realisasi investasi Triwulan I 2026 mencapai Rp.5,45 triliun, atau sekitar 35,97 persen dari target investasi sepanjang 2026 sebesar Rp.15,11 triliun.
Dari total tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp.1,25 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp.4,2 triliun. Investasi tersebut juga memberikan dampak langsung terhadap pasar kerja dengan penyerapan 11.632 tenaga kerja.
Transportasi dan Pergudangan Jadi Penyumbang Terbesar
Berdasarkan sektor usaha, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi menjadi salah satu penyumbang investasi terbesar dengan nilai sekitar Rp.4,41 triliun.
Berikutnya terdapat:
1. Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran: sekitar Rp.2,66 triliun.
2. Perdagangan dan Reparasi: sekitar Rp.2,81 triliun.
3. Industri Karet dan Plastik: sekitar Rp2,55 triliun
Data tersebut menunjukkan bahwa struktur investasi Kota Tangerang tidak hanya bertumpu pada sektor industri, tetapi juga semakin kuat pada sektor logistik, perdagangan, properti dan jasa yang berkaitan dengan aktivitas perkotaan.
Lalu, Sektor Mana yang Paling Banyak Membuka Lapangan Kerja?
Nilai investasi yang besar belum tentu berarti sektor tersebut menyerap tenaga kerja paling banyak. Data Semester I 2026 memberikan gambaran yang lebih jelas.
Dari total investasi Rp.11,734 triliun sepanjang Januari–Juni 2026, tercatat 29.887 tenaga kerja terserap. Sektor Perdagangan dan Reparasi menjadi penyumbang lapangan kerja terbesar dengan 6.307 orang.
Selanjutnya:
1. Perdagangan dan Reparasi: 6.307 tenaga kerja
2. Jasa Lainnya: 4.008 tenaga kerja
3. Industri Kimia dan Farmasi: 3.211 tenaga kerja
4. Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi: 3.099 tenaga kerja
5. Konstruksi: 2.184 tenaga kerja.
Artinya, sektor perdagangan justru menjadi mesin utama penyerapan tenaga kerja, meskipun sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi memiliki nilai investasi yang sangat besar.
Investasi Bukan Sekadar Angka
Bagi masyarakat Tangerang, pertanyaan penting bukan hanya berapa besar modal yang masuk, tetapi seberapa besar investasi tersebut menciptakan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka peluang bagi UMKM lokal.
Pemkot Tangerang sendiri menekankan pentingnya kemudahan perizinan untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mendorong pembukaan lapangan kerja. Pemerintah juga terus mengembangkan digitalisasi pelayanan dan Mal Pelayanan Publik untuk mempercepat proses perizinan usaha.
Dengan target investasi 2026 sebesar Rp15,11 triliun, capaian Rp5,45 triliun pada kuartal pertama menjadi modal penting bagi Kota Tangerang untuk mengejar target hingga akhir tahun.
Banten Report mencatat: Tantangan berikutnya bukan hanya bagaimana menarik investasi lebih besar, tetapi memastikan investasi tersebut padat karya, melibatkan UMKM lokal, meningkatkan keterampilan tenaga kerja Tangerang, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat. [Adv]
Sumber: DPMPTSP Kota Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang dan ANTARA Banten.

3 comments
Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore.
Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil.
Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere.