TANGERANG, BANTEN REPORT– Menghadapi musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 untuk mendukung upaya penanganan banjir di wilayah Kabupaten Tangerang.
Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung berbagai langkah penanggulangan banjir, termasuk pembangunan infrastruktur pengendalian banjir serta normalisasi sungai guna meningkatkan kapasitas aliran air.
Kepala Seksi Perencananaan Sumber Daya Air pada Dinas Binamarga Kabupaten Tangerang, Pery Ramdani di Tangerang, Senin, mengatakan, salah satu fokus pekerjaan fisik dalam mitigasi kebencanaan ini adalah melalui normalisasi saluran kali.
“Untuk seluruhnya di tahun ini mungkin bisa tersebar di seluruh Kabupaten Tangerang, kurang lebih anggarannya Rp50 miliar. Itu tersebar di 29 kecamatan,” kata Pery.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi banjir yang dapat terjadi ketika intensitas hujan meningkat. Sejumlah kawasan di Kabupaten Tangerang memerlukan perhatian terhadap kondisi saluran air, sungai, dan infrastruktur drainase, terutama saat memasuki musim penghujan.
Pembangunan infrastruktur dan normalisasi sungai diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air, mengurangi risiko genangan, serta meminimalkan dampak banjir terhadap permukiman warga, aktivitas ekonomi, dan fasilitas umum.
Selain pembangunan fisik, penanganan banjir juga memerlukan koordinasi antarlembaga dan partisipasi masyarakat. Pemeliharaan saluran drainase, pembersihan sampah, serta kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
Alokasi anggaran Rp50 miliar tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program penanganan banjir secara terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.
Efektivitas penggunaan anggaran nantinya akan ditentukan oleh ketepatan pelaksanaan program, pemilihan lokasi prioritas, serta pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun.
Masyarakat pun berharap berbagai upaya penanganan banjir dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga risiko banjir pada musim hujan dapat ditekan dan keselamatan warga semakin terlindungi.[]
