TANGERANG – Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kembali dibuka secara bertahap setelah sebelumnya terganggu akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bandara Soekarno-Hatta kembali berstatus resumed operations pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Namun, pemulihan penerbangan tidak langsung berlangsung normal sepenuhnya karena sejumlah pesawat harus menjalani pemeriksaan keselamatan sebelum kembali mengudara.
178 Pesawat Jalani Pemeriksaan
Sekitar 178 pesawat yang berada di Bandara Soekarno-Hatta selama periode gangguan penerbangan harus diperiksa untuk memastikan tidak terdapat abu vulkanik yang dapat membahayakan kelaikudaraan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh pesawat benar-benar laik terbang sebelum kembali beroperasi.
“Kami akan mengoperasikan pesawat-pesawat ini, tetapi sebelumnya kami ingin memastikan kelaikudaraannya,” ujar Dudy.
Pemeriksaan tersebut penting karena abu vulkanik dapat mengganggu berbagai komponen pesawat, terutama mesin, sehingga aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum penerbangan kembali dilakukan.
Pernyataan Angkasa Pura Indonesia
Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan fasilitas Bandara Soekarno-Hatta telah disiapkan sebelum operasional penerbangan dibuka kembali.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim menyatakan fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) telah siap melayani penerbangan. Personel operasional dan pelayanan bandara juga dipastikan siap.
Angkasa Pura Indonesia sebelumnya melakukan pembersihan material abu vulkanik di sejumlah area bandara, termasuk apron, taxiway dan runway. Selain itu dilakukan uji kekesatan runway untuk memastikan landasan memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Pihak operator bandara juga menyatakan abu vulkanik telah dibersihkan dari runway dan area penting lainnya sehingga fasilitas dapat kembali digunakan setelah dinyatakan aman.
Pemulihan Penerbangan Dilakukan Bertahap
Kembalinya operasional Soekarno-Hatta menjadi kabar positif bagi masyarakat setelah erupsi Anak Krakatau sebelumnya menyebabkan gangguan besar terhadap penerbangan.
Secara nasional, gangguan tersebut berdampak terhadap hampir 3.000 penerbangan dan sekitar 341.000 penumpang. Karena itu, setelah bandara dibuka kembali, jadwal penerbangan masih membutuhkan waktu untuk kembali normal akibat penyesuaian armada, kru dan jadwal maskapai.
Sebelumnya, InJourney Airports mencatat 764 pergerakan penerbangan yang terjadwal di Bandara Soekarno-Hatta terdampak akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penumpang Diminta Tetap Cek Status Penerbangan
Meski operasional bandara telah kembali dibuka, masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Soekarno-Hatta tetap disarankan mengecek status penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing.
Pemulihan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, sehingga perubahan jadwal, keterlambatan maupun penyesuaian penerbangan masih mungkin terjadi.[]
