TANGERANG — Kabar terbaru terkait kondisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau. Setelah sebelumnya operasional penerbangan dihentikan sementara akibat sebaran abu vulkanik, Bandara Soekarno-Hatta kembali melayani penerbangan pada Selasa (8/9/2026) dini hari.
Informasi tersebut disampaikan pihak bandara melalui kanal resminya. Pengoperasian kembali dilakukan setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berkurang dan kondisi dinilai memungkinkan untuk penerbangan.
Sempat Ditutup Akibat Abu Vulkanik
Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap keselamatan penerbangan. Pada Senin (7/9), BMKG menyebut Bandara Soekarno-Hatta termasuk sejumlah bandara yang ditutup sementara sebagai langkah mitigasi.
Hasil pemantauan BMKG saat itu menunjukkan abu vulkanik teramati hingga ketinggian sekitar 15.000 kaki, sementara pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi sebarannya dapat mencapai sekitar 50.000 kaki.
Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan sekaligus memberikan kesempatan kepada petugas melakukan pemeriksaan dan pembersihan fasilitas penerbangan dari kemungkinan paparan abu vulkanik.
Penerbangan Sudah Kembali, Penumpang Diminta Cek Jadwal
Dengan dibukanya kembali Bandara Soekarno-Hatta, aktivitas penerbangan mulai berjalan kembali. Namun, jadwal penerbangan dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, sebaran abu vulkanik, serta keputusan otoritas penerbangan.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk mengecek kembali status penerbangan kepada maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.
Sementara itu, dampak erupsi sebelumnya cukup besar. Menteri Perhubungan melaporkan bahwa hingga Senin (7/9), sekitar 2.961 penerbangan dan 341.000 penumpang terdampak akibat gangguan operasional penerbangan yang berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Meskipun Bandara Soekarno-Hatta telah kembali beroperasi, kondisi Gunung Anak Krakatau masih perlu dipantau karena aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.
BantenReport mengimbau masyarakat dan calon penumpang agar tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial. Pastikan informasi penerbangan diperoleh dari kanal resmi bandara dan maskapai.
