TANGERANG — Kemacetan lalu lintas di sekitar gerbang Islamic Village, Karawaci, Kabupaten Tangerang, dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Kondisi tersebut disebut terjadi hampir setiap hari, terutama pada jam-jam sibuk, dan telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
“Setiap hari macet, sudah bertahun-tahun. Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mencari solusi,” ujar Abdul Karim.
Sejumlah warga menilai kepadatan kendaraan di kawasan tersebut bukan hanya disebabkan tingginya volume lalu lintas, tetapi juga dipengaruhi keberadaan belokan atau putaran kendaraan di depan gerbang Utara Islamic Village.
Menurut Abdul Karim Hamdani, warga Islamic Village yang setiap hari melintas di kawasan tersebut, kemacetan bahkan dapat mengular hingga kawasan keluar Tol Karawaci dan jalur dari arah Lippo Karawaci
Ia mengusulkan sejumlah rekayasa lalu lintas yang menurutnya dapat dikaji oleh instansi berwenang.
Pertama, belokan atau putaran kendaraan di depan gerbang Utara Islamic Village ditutup dengan separator.
Kedua, kendaraan dari arah Lippo Karawaci maupun Legok diarahkan untuk melakukan putar balik di lokasi lain, seperti putaran di depan Rumah Makan atau restoran/travel Bhinneka.
Ketiga, kendaraan yang keluar dari gerbang Utara Islamic Village diusulkan memiliki akses putar balik yang lokasinya lebih dekat dengan gerbang Selatan Islamic Village.
“Ini salah satu usulan untuk mengatasi kemacetan panjang di jalan sekitar Islamic Village. Kami meminta pihak terkait atau yang berwenang menganalisa kondisi tersebut dan mencari solusi yang tepat,” katanya.
Warga Berharap Ada Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas
Keluhan serupa juga disampaikan Muhammad Nafi, warga Kelapa Dua. Ia mengatakan persoalan kesemrawutan lalu lintas di kawasan Islamic Village sebenarnya sudah menjadi perhatian masyarakat.
Menurut Nafi, persoalan lalu lintas di kawasan tersebut juga pernah disampaikan dalam masa kampanye pasangan calon kepala daerah Kabupaten Tangerang. Namun, menurutnya, penyampaian tersebut tidak disertai janji khusus untuk menyelesaikan persoalan kemacetan di lokasi tersebut.
“Mungkin secara personal Ibu Wakil Bupati sama seperti kita, kurang nyaman melihat kemacetan tersebut,” ujar Nafi.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perhubungan bersama pihak kepolisian dapat melakukan evaluasi langsung terhadap pola pergerakan kendaraan di kawasan tersebut.
Masyarakat juga berharap solusi yang diterapkan nantinya tidak sekadar memindahkan titik kemacetan, tetapi mampu memperlancar arus kendaraan dari berbagai arah, termasuk kendaraan yang keluar dari Tol Karawaci, kendaraan dari kawasan Lippo Karawaci, serta arus lalu lintas menuju Kelapa Dua dan Legok.
Hingga berita ini ditulis, usulan warga tersebut merupakan aspirasi masyarakat dan masih memerlukan kajian teknis dari instansi yang berwenang, termasuk terkait keselamatan, kapasitas jalan, titik putar balik, serta dampaknya terhadap arus lalu lintas di kawasan Islamic Village.
Warga berharap persoalan tersebut dapat segera mendapat perhatian dan solusi yang terukur.[]
SUARA WARGA TANGERANG
Menampung aspirasi, keluhan, dan informasi dari masyarakat untuk menjadi perhatian pihak terkait.
